Minggu, 06 Maret 2011

Orang-orang luar biasa

Sebuah pelajaran tidak selalu hanya bisa kita dapat dari dosen di kampus atau guru di sekolah. Semua manusia yang berpikir bisa memberi kita pelajaran yang kadang berbeda dari yang kita dapatkan di kampus. Kali ini pelajaran itu aku dapat dari seorang tukang pijat ( tanpa bermaksud merendahkan pekerjaan sebagai tukang pijat, hanya saja sedikit tidak pas jika aku menyebutnya “laki-laki yang sangat ahli dalam menjamah tubuh pasiennya” dan jika seperti itu aku menyebutnya sudah jelas maka akan timbul beberapa pengartian yang berbeda ). Alasanku datang kepada dia karena beberapa hari yang lalu ketika sedang melakukan aktivitas autisku alias bermain skate, kaki kiriku salah posisi ketika mendarat di tanah dan akhirnya bengkak dengan hiasan warna kebiruan setelah berbenturan dengan aspal serta berbunyi cklak!!.
Kembali lagi ke pembahasan tukang pijat ……..
Bukan pertama kalinya aku memijatkan kaki di tempat itu, sudah hampir puluhan kali memang karena tingkahku yang tidak bisa diam hingga kadang-kadang aku menciderai diri sendiri entah tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya. Mas Kabul namanya, tapi kalau sedang berhadapan dengannya aku hanya memanggilnya “mas” tidak ada embel-embel Kabul atau semacamnya. Seperti nama ibukota afganistan dan ketika aku berkunjung ke tempatnya akan menjadi lengkap karena ada dua nama yang mempunyai arti mirip dua ibukota di sebuah tempat di timur tengah, Kabul dan tel-Aviv.
Langsung saja masuk ke pelajaran ……
Beliau tidak bisa melihat dunia serta warna warni didalamnya sejak dilahirkan akan tetapi beliau selalu berkata padaku setiap aku berkunjung ke rumahnya bahwa beliau adalah salah satu manusia yang paling beruntung yang pernah dilahirkan. Aku bertanya, kenapa dia bisa merasa seperti itu? Karena aku rasa, tidak adakah ketakutan untung hidup di jagat raya yang luas ini tanpa ada kesempatan untuk mengintip keindahannya. Beliau berkata kepadaku bahwa tidak ada satupun manusia yang tidak beruntung, sudah dilahirkan dan bisa menghirup nafas untuk pertama kali saja itu sudah menjadi hal pertama yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang sangat sangat sangat beruntung. Kemudian beliau menambahkan bahwa tidak bisa melihat dunia bukan berarti kita tidak bisa hidup dengan baik.
Radio yang sejak dari tadi ia nyalakan terus saja memutarkan lagu-lagu lawas yang biasanya dinyanyikan oleh Nat King Cole. Meramaikan rumah yang tidak terlalu besar itu tapi nampak sangat asri dengan enam penghuni di dalamnya, menjadi tujuh ketika ada aku disana.
Omong-omong soal pijat memijat, sebenarnya sampai sekarang aku masih penasaran seperti apakah itu yang namanya pijat plus plus. Tanpa menggunakan kekotoran pikiranku, aku hanya penasaran kenapa namanya plus plus? Apakah semakin banyak kata plus dibelakangnya akan semakin banyak pula fasilitas yang akan didapatkan? Seandainya saja ada tempat pijat yang bernama “Panti pijat plus plus plus plus plus plus plus plus plus plus dan plus lainnya” pasti aku akan membuat rencana untuk pergi kesana dengan syarat metode plus plus yang diberikan diganti dengan berbagai macam makanan mulai dari nastar hingga nasi padang. Jika ada tempat seperti itu pasti aku akan menjadi mahasiswa yang rajin menabung.
Akhirnya setelah berhasil men cklak!! an kembali kakiku yang sebelumnya bengkak proses pijat memijat pun selesai. Pada malam harinya aku menonton Kick Andy di Metro Tv dan lagi-lagi aku menemukan manusia-manusia luar biasa disana.
Jumat/ 05 Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar